Book Appointment Now

Menjaga Akar Budaya Sebelum Berlayar: LPK Kiseki Ajak Siswa Ngamumule Sejarah di Gedung Linggarjati

KUNINGAN – Di balik megahnya arsitektur era kolonial Gedung Perundingan Linggarjati, suasana pembelajaran yang tak biasa berlangsung pada Rabu (29/7). Puluhan siswa LPK Kiseki Training Center melangkah melintasi lorong-lorong museum, menyimak dengan khidmat kisah diplomasi bangsa yang terpahat di setiap sudut ruangan. Kegiatan outing class ini digelar sebagai langkah nyata untuk ngamumule—merawat, menghormati, dan melestarikan—sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Bagi LPK Kiseki, lembaga pelatihan bahasa dan budaya Jepang di bawah naungan PT Kiseki Insan Amanora (PT KIA), mengenalkan nilai sejarah bukan sekadar pelengkap kurikulum. Pembekalan ini merupakan pilar penting dalam membentuk identitas diri para calon pekerja migran sebelum mereka resmi menjejakkan kaki di Negeri Sakura.
Menanamkan Nasionalisme di Kancah Global
Di sela-sela mengamati artefak dan ruang-ruang sejarah tempat diplomasi Indonesia-Belanda dahulu berlangsung, antusiasme terlihat jelas dari para siswa. Diskusi hangat mengalir antara sensei dan para peserta didik, membahas bagaimana semangat gigih para pejuang kemerdekaan dapat diteladani dalam perjuangan mereka menembus pasar kerja global.
Zovi sensei selaku Direktur LPK Kiseki Training Center menegaskan bahwa generasi muda yang berdaya saing internasional tidak boleh melupakan dari mana mereka berasal. Memahami sejarah bangsa sendiri akan memberikan rasa percaya diri dan kepribadian yang tangguh saat mereka berinteraksi dengan budaya luar.
“Kami ingin para siswa berangkat ke Jepang bukan hanya membawa keterampilan teknis dan bahasa, tetapi juga membawa jiwa nasionalisme yang kokoh,” ujar Zovi Sensei di lokasi kegiatan. “Menghargai sejarah adalah cara terbaik agar mereka tetap bangga menjadi anak bangsa di manapun mereka berada.”
Melalui kunjungan edukatif ini, LPK Kiseki Training Center terus memperkuat komitmennya dalam mencetak SDM unggul yang berwawasan global, tanpa sedikit pun melepaskan akar budaya dan sejarah Tanah Air.

